Wednesday, August 24, 2011

Tuan Guru Nik Abdul Aziz Nik Mat Dari Kacamata Ketua Majlis Permesyuaratan Ulama Aceh Besar

Seandainya Nik Aziz Gubernur Aceh?

Banda Raya - 9 June 2011

Fakhruddin Lahmuddin bersama kawan-kawannya dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Besar bersilaturrahmi ke Negeri Kelantan, Malaysia. Mereka ingin menjumpai seorang pemimpin rakyat yang mungkin sekali tak ada di daerah lain, apalagi di Aceh.

Namanya Tuan Guru Dato’ Nik Abdul Aziz bin Nik Mat. Lebih akrab disapa “Nik Aziz”. Dia menjabat Menteri Besar (gubernur) Negeri Kelantan sejak 20 tahun terakhir. Karena kepemimpinannya, oleh rakyat, ia digelar Umar bin Khattab-nya Kelantan. Musabab itulah, Fakhruddin dan kawan-kawan ingin belajar pada gubernur berusia 84 tahun itu.

Saat tiba di depan pendopo, rombongan disambut sekretaris gubernur; karena Nik Aziz sedang dalam perjalanan pulang dari Kuala Lumpur. Lalu mereka dipersilakan duduk di ruang pertemuan berkapasitas 200-an orang. Sungguh, mereka terpana. Kursi dan meja kayu, kipas dan mimbar usang, pula perabotan lainnya, tampak sederhana, jauh sekali dengan di Aceh atau provinsi lainnya.

Tak berapa lama kemudian Nik Aziz hadir. Ia berjubah putih (selalu demikian, menurut cerita warga Kelantan). Mereka selanjutnya beramah-tamah. Usai Fakhruddin dan kawan-kawan menyampaikan maksud kedatangannya, Nik Aziz pun berbicara.

“Nak jaga dan bangun Kelantan tak sulit bagi saya. Yang sulit adalah nak jaga diri saya dari godaan duniawi,” tutur Nik Aziz menanggapi penilaian Fakhruddin dan kawan-kawan tentang ketenteraman Kelantan, dimana mayoritas penduduknya Melayu asli.

Pernyataan tersebut memantik semangat Fakhruddin untuk terus mengorek sisi menarik lain dari seorang Nik Aziz. Ketua MPU Aceh Besar itu pun memerolehnya dari melihat sendiri maupun berdasarkan cerita penduduk Kelantan.

Pertama, begitu dilantik jadi Menteri Besar (MB) Negeri Kelantan, dinas pembangunan umum setempat segera menawari Nik Aziz untuk mengaspal dan memperbaiki jalan sekitar rumah dan pesantren miliknya. “Jangan, jangan! Kenapa sebelum saya jadi MB tak diperbaiki? Tak boleh,” tegasnya. Orang dinas terdiam.

Kedua, Nik Aziz selama jadi gubernur tak pernah tidur di pendopo. Ia menilai, kalau tidur di pendopo harus menyewa guard (satpam) dan tukang kebun, misalnya. Lalu pekerja itu digaji dengan uang negara, dimana uang itu seharusnya dipakai untuk menyejahterakan rakyat. Ia tak mau begitu. Gubernur Aceh sekarang juga tak mau tidur di pendopo, tapi berbeda tujuannya dengan Nik Aziz.

Ketiga, Nik Aziz tinggal di rumah yang sangat sederhana. Rumahnya berkonstruksikan kayu. Kecil. Padahal sampai kini ia sudah punya 10 anak dan 55 cucu dari istri tunggalnya. Fakruddin dan kawan-kawan terpana lagi ketika berkunjung ke rumahnya. Tak ada satupun pengawal yang jaga-jaga di rumah pemimpin salah satu negara bagian Malaysia itu.

Keempat, Nik Aziz pelayan tamu. Suatu kali ada wartawan asing ingin menjumpai Nik Aziz di rumahnya. Usai dipersilakan masuk oleh seorang lelaki tua, wartawan itu menunggu sang gubernur. Tak lama kemudian, lelaki tua tadi keluar dengan membawakan minuman.

“Saya ingin menjumpai Nik Aziz, apa dia ada di sini?” kira-kira begitu tanya si wartawan. “Inilah saya Nik Aziz yang kamu maksud,” sahut lelaki tua itu. Si wartawan terkejut dan malu. Lalu satu pertanyaan menarik darinya timbul lagi kemudian, “Anda seorang gubernur, apa tidak takut tinggal di rumah dengan tak ada seorangpun guard?” Dengan mantap Nik Aziz menjawab, “orang yang perlu pengawal adalah orang yang punya musuh, punya masalah. Saya tak punya masalah dengan siapapun. Guard saya adalah beribadah kepada Allah.”

Kelima, Nik Aziz turut membersihkan tandas (sebutan WC oleh orang Malaysia). Suatu kali, sekira jam 3 pagi waktu Malaysia, seorang santri melihat ada bayang-bayang seorang lelaki di sebuah WC pesantren milik Nik Aziz. Ia heran, yang membersihkan toilet seharusnya tugas santri. Begitu didekatinya, ternyata lelaki itu pemimpin pesantren tempat dia belajar, yaitu Nik Aziz. Ia merasa malu.

Keenam, suatu malam, seorang warga keturunan Cina kebingungan karena mobil yang dikemudinya mogok. Lalu sebuah mobil tua berhenti. Seorang lelaki tua turun dari dalamnya. Lalu membantu si Cina itu. Bahkan ditemani sampai ke bengkel. Esok pagi, ia terkejut. Ia melihat di koran, ada foto orang yang membantunya semalam. Ternyata lelaki tua itu Nik Aziz.

***

Begitulah Nik Aziz. Fakhruddin Lahmuddin menceritakannya beberapa hari setelah ia pulang dari Kelantan. Tepatnya, Ketua MPU Aceh Besar itu mengisahkan kepada saya pada Jumat 27 Mei 2011 yang panas, usai mengajar di Fakultas Dakwah IAN Ar-Raniry Banda Aceh. “Masih banyak cerita menarik lain tentang Nik Aziz selama jadi gubernur, cerita yang nyaris mustahil ada pada diri pemimpin di Indonesia maupun negara lain,” katanya. Dia tidak sedang berbohong.

Adakah calon gubernur di Aceh seperti gubernur Kelantan iu?

Aceh di ambang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). “Sulit menemui calon pemimpin seperti Nik Aziz di Aceh, maka patut memilih yang mendekatinya,” kata pemimpin Ponpres Umardian itu.

Lalu dia menganalogikan pada seorang sopir bus penumpang yang mengalami situasi membahayakan. Tiba-tiba saja, sekitar tiga meter di depannya seorang lelaki tua sedang menyebrangi jalan dengan melangkah pelan, sendiri. Di kanan, bus lain berusaha menyalipnya. Sedang di kiri, ada jurang yang dalam. Sopir gamang. Kalau menabrak lelaki tua itu pasti mati. Kalau mengelak atau mengerem, bus pasti masuk jurang dan semua penumpang kemungkinan besar akan mati. “Pilih mana?”

“Begitu juga dalam hal memilih pemimpin,” katanya. Bila seandainya semua calon pemimpin tergolong zalim–baik tingkat tinggi maupun rendah–, maka patut memilih satu pemimpin yang zalimnya paling rendah di antara lainnya. Bila pada cerita sopir di atas, lebih bagus menabrak seorang lelaki tua itu daripada masuk jurang lalu semua penumpang mati.

Kemudian Fakhruddin menyebutkan satu hadits sahih riwayat Bukhari yang artinya, “Rasulullah pernah bersabda, `Bantulah saudaramu yang zalim dan yang terzalimi`. Lalu sahabat rasul bertanya,`Ya Rasulullah, kami tahu bagaimana cara membantu orang yang terzalimi, tapi bagaimana kami membantu orang yang zalim?` Rasulullah menjawab, `cegah ia dari melakukan kemungkaran.”

Musim Pilkada banyak “orang zalim” yang minta dibantu saat pemilihan. Bila ada pemimpin–yang sudah bisa dipastikan kalau kepemimpinannya kelak akan menyengsarakan rakyat–meminta bantuan pada kita untuk memilihnya, maka bantulah dia.

“Caranya, jangan memilihnya saat pemilihan berlangsung. Jika kemudian ditanya kenapa tak bantu, cukup dijawab, ‘saya sudah bantu Anda supaya tidak menjadi pemimpin yang zalim. Supaya kejahatan tidak terus bertambah. Maka saya bantu menguranginya dengan tidak memilih Anda saat pemilihan.’ Jika ada calon lain yang minta bantu juga, hadapi dengan cara yang sama,” katanya. Maka jalan untuk menemukan Nik Aziz di Aceh akan terbuka meski dalam jangka yang lama, dengan catatan konsep “membantu orang zalim” itu harus konsisten dipegang rakyat. Jika tak besar gengsi, pemimpin di Indonesia patut meniru Nik Aziz. Dan andai saja Nik Aziz Gubernur Aceh sekarang, maka majulah Aceh.

Tuesday, August 16, 2011

Kelebihan Berselawat Ke Atas Nabi SAW

بِسْــــمِ اﷲِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ



RASULULLAH S.A.W telah bersabda bahawa, "Malaikat Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail A.S. telah berkata kepadaku.


Berkata Jibril A.S. : "Wahai Rasulullah, barang siapa yang membaca selawat ke atasmu tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan saya bimbing tangannya dan akan saya bawa dia melintasi titian seperti kilat menyambar."


Berkata pula Mikail A.S. : "Mereka yang berselawat ke atas kamu akan aku beri mereka itu minum dari telagamu."


Berkata pula Israfil A.S. : "Mereka yang berselawat kepadamu akan aku sujud kepada Allah S.W.T dan aku tidak akan mengangkat kepalaku sehingga Allah S.W.T mengampuni orang itu."


Malaikat Izrail A.S pula berkata : "Bagi mereka yang berselawat ke atasmu, akan aku cabut ruh mereka itu dengan selembut-lembutnya seperti aku mencabut ruh para nabi-nabi."


Apakah kita tidak cinta kepada Rasulullah S.A.W.? Para malaikat memberikan jaminan masing-masing untuk orang-orang yang berselawat ke atas Rasulullah S.A.W.


Dengan kisah yang dikemukakan ini, kami harap para pembaca tidak akan melepaskan peluang untuk berselawat ke atas junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W. Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang kesayangan Allah, Rasul dan para malaikat.

Sunday, August 14, 2011

Pemberian Taraf Kewarganegaraan


Kementerian Dalam Negeri bertanggungjawab dalam menentukan dan memastikan taraf kewarganegaraan dianugerahkan kepada mereka yang benar-benar layak dan berhak menerima taraf tersebut agar mereka yang menerima taraf kewarganegaraan Malaysia tidak menjejaskan keselamatan, keharmonian, perpaduan dan ketenteraman awam serta negara.

Cara Memohon Kewarganegaraan
Semua permohonan kewarganegaraan hendaklah dikemukakan di Jabatan Pendaftaran Negara (JPN). Hanya mereka yang memenuhi syarat seperti yang ditetapkan oleh Perlembagaan Persekutuan (Bahagian III) yang dibenarkan memohon.

Borang permohonan boleh diperolehi dan diserahkan di mana-mana Jabatan Pendaftaran Negara.

Bagi permohonan di bawah Perkara 16 dan 19 pemohon disyaratkan menduduki ujian Bahasa yang dikendalikan oleh Jabatan Pendaftaran Negara. Asas-Asas Pertimbangan Bagi Permohonan Kewarganegaraan :
  • Berkelakuan baik dan tiada rekod jenayah.
  • Menetap dalam tempoh yang lama.
  • Mempunyai komitmen yang tinggi dan telah berakar umbi di negara ini.
  • Memahami bahasa, budaya dan memenuhi kehendak Negara.
  • Menyumbang kepada masyarakat dan negara.
  • Taat dan setia kepada Negara.   

Sebab-Sebab Permohonan Warganegara Mengambil Masa
    • Setiap permohonan akan dikaji dengan teliti.
    • Setiap permohonan akan menjalani proses Tapisan Keselamatan oleh pihak PDRM (Polis Diraja Malaysia).
    • Untuk memastikan setiap permohonan adalah tulen.
    Taraf Kewarganegaraan adalah merupakan satu anugerah tertinggi yang diberikan oleh Kerajaan Persekutuan kepada orang asing.

    Kehilangan Taraf Kewarganegaraan
    Setiap warganegara Malaysia boleh kehilangan taraf kewarganegaraan disebabkan oleh dua keadaan seperti yang diperuntukkan oleh Perlembagaan iaitu melalui cara Tolakan (Perkara 23 Perlembagaan Persekutuan) dan Perlucutan Taraf Kewarganegaraan (Perkara 24 Perlembagaan Persekutuan).

    Proses Memperoleh Semula Taraf Kewarganegaraan Bagi Mereka Yang Telah Dilucut Atau Menolak Kewarganegaraan Malaysia
    Bagi mereka yang telah dilucutkan atau menolak kewarganegaraan Malaysia perlu mendapatkan kelulusan Kerajaan Persekutuan (Perkara 18(2) Perlembagaan Persekutuan) sebelum boleh didaftar kan semula sebagai warganegara.

    Borang permohonan boleh didapati di Kementerian Dalam Negeri.

    Pemohon mestilah terlebih dahulu memegang Permit Masuk dan taraf Pemastautin Tetap (PR) untuk layak memohon. Bagi mereka yang telah dilucutkan atau menolak kewarganegaraan Malaysia yang masih belum memegang taraf Pemastautin Tetap (PR) boleh mengemukakan permohonan taraf Pemastautin Tetap (PR) di Jabatan Imigresen Malaysia melalui permohonan Permit Masuk.

    Pemberian Taraf Pemastautin Tetap (PR) Kepada Warga Asing


    TUAN LOH SENG KOK [KELANA JAYA]: minta Menteri Hal Ehwal Dalam Negeri menyatakan tatacara dan bilangan terkini pemberian taraf penduduk tetap kepada warga asing mengikut agama dan negara. Bagaimana siasatan latar belakang terhadap pemohon dibuat dan keperluan mengemukakan pengesahan setaraf dengan Sijil Kelakuan Baik daripada negara asal pemohon.

    Timbalan Menteri Hal Ehwal Dalam Negeri [Datuk Tan Chai Ho]: Tuan Yang di- Pertua, tatacara yang diguna pakai bagi pemberian taraf pemastautin tetap kepada orang asing yang mempunyai permit masuk yang sah yang dikeluarkan oleh Jabatan Imigresen dan memiliki pasport antarabangsa negara asal.

    Taraf ini juga diberikan kepada mereka yang lahir di Malaysia sebelum merdeka yang mana kedua-dua ibu bapanya bukan warganegara dan menetap di Malaysia. Mereka yang menggunakan sijil anak angkat di mana maklumat mengenai taraf ibu bapa kandung disahkan tidak diperoleh juga boleh diberikan taraf pemastautin tetap.

    Sungguhpun begitu, taraf pemastautin tetap bukan hak kepada individu tetapi satu anugerah oleh Kerajaan Malaysia kepada orang asing. Kerajaan mempunyai garis panduan mengenai golongan yang biasanya dipertimbangkan taraf tersebut adalah seperti berikut:
    1. Seseorang yang mempunyai kelulusan profesional atau kepakaran yang membolehkannya memberikan perkhidmatan profesional dan kepakarannya kepada negara ini tanpa menjejaskan kepentingan warganegara negara yang sedia ada;
    2. Seseorang yang kemasukannya memberi faedah ekonomi kepada negara ini;
    3. Isteri atau suami yang sah kepada warganegara yang telah tinggal bersama pasangannya di negara ini secara berterusan selama lima tahun atau lebih;
    4. Anak-anak kepada warganegara Malaysia berumur di bawah enam tahun; dan
    5. Seseorang yang dibenarkan oleh Menteri Hal Ehwal Dalam Negeri masuk ke Malaysia atas dasar belas kasihan.
    Sehingga kini seramai 377,842 orang asing telah diberikan taraf pemastautin tetap. Mereka terdiri daripada pelbagai negara seperti Indonesia, China, India, British, Thailand, Filipina, Singapura, Jepun dan lain-lain. Proses permohonan bagi mendapatkan taraf pemastautin tetap mengambil masa kerana setiap permohonan perlu diteliti, dikaji dan diperhalusi supaya setiap permohonan diproses secara adil dan saksama.

    Pemohon akan ditemu duga oleh pegawai imigresen bagi mendapatkan maklumat dan menyoal siasat. Selain daripada itu tapisan keselamatan daripada pihak polis juga merupakan salah satu prosedur yang perlu diikuti oleh pemohon. Ia akan dijadikan asas dan alasan dalam pemberian taraf tersebut. Sekian, terima kasih.

    Tuan Loh Seng Kok [Kelana Jaya]: Terima kasih Tuan Yang di-Pertua. Soalan saya berkenaan dengan pemberian taraf penduduk tetap dan juga Sijil Kelakuan Baik. Semenjak tahun 1992, jumlah pendatang asing tanpa izin yang terlibat dalam kegiatan jenayah telah meningkat hampir tiga kali ganda dari 1,313 kes dalam tahun 1992 kepada 3,500 kes pada tahun 2004.

    Dari tahun 2003 hingga 2005, lebih daripada 62% pendatang asing tanpa izin yang terlibat dalam kes jenayah adalah pendatang asing tanpa izin Indonesia. Sehingga Mac 2006, seramai 149,269 warga asing dari 10 buah negara iaitu Indonesia, Kemboja, India, Singapura, Filipina, China, Thailand, Brunei, Taiwan dan Britain telah diberi taraf sebagai penduduk tetap. Dalam angka itu, lebih kurang 95% warga asing dari 10 negara itu yang menjadi penduduk tetap adalah warga Indonesia.

    Soalan saya ialah selain berdasarkan kepada latar belakang profesionnya, kelulusan akademik, pelaburannya, kepakarannya, banyak negara juga menerima seseorang itu menjadi warga penduduk tetap berdasarkan kepada pengesahan kelakuan baik daripada negara asalnya. Mengapakah ini tidak dilakukan di dalam negara kita? Berapa ramaikah penduduk tetap yang didapati bersalah di sisi undang-undang telah dilucutkan taraf penduduk tetap dan apakah mekanisme yang boleh digunakan oleh pihak kementerian untuk merujuk kepada institusi kehakiman ataupun agensi-agensi kerajaan yang lain tentang penduduk-penduduk tetap yang bersalah supaya tarafnya dilucutkan dan dirujuk kepada pihak imigresen untuk tindakan selanjutnya. Minta penjelasan.

    Datuk Tan Chai Ho: Terima kasih Tuan Yang di-Pertua. Sebelum warga asing diberikan taraf pemastautin sebagai penduduk tetap, latar belakang warga asing disiasat oleh pihak polis. Apabila kita dapat green light dengan izin iaitu di mana warga asing yang tidak terlibat dalam jenayah. Jadi kementerian ini barulah boleh timbangkan sama ada memberikan taraf pemastautin tetap kepada warga asing itu. Jadi, jika pihak polis tidak ada memberitahu kementerian ini yang katakan warga asing itu tidak mempunyai apa-apa rekod jenayah. Jadi kita baru boleh setuju supaya PR boleh dibagi kepada warga asing itu. Jadi selepas itu, kalau warga asing yang mempunyai PR dan melakukan jenayah, jadi ini akan disiasat oleh pihak polis dan mereka akan menghadapi tindakan perundangan oleh pihak polis dan Menteri kementerian ini ada kuasa untuk menarik balik taraf PR itu. Setakat ini yang saya dapat tahu sudah 17 orang warga asing yang mempunyai taraf PR yang telah ditarik balik oleh kementerian ini.

    (Extracted from hansard dated 18-04-2007) 10.05 am

    Saturday, August 13, 2011

    Ibrahim Ali Bakal Dihukum Oleh Pengundi Pasir Mas

    NONEAHLI parlimen Bebas, Datuk Ibrahim Ali tidak risau dengan hasil satu kajiselidik yang menunjukkan beliau mungkin kehilangan kerusi Pasir Mas di Kelantan ekoran perhimpunan BERSIH 2.0 pada 9 Julai lalu.
    Dalam reaksinya, presiden PERKASA itu yang membatalkan rancangan perhimpunan anti-BERSIH pada saat-saat akhir, memberitahu penyelidik tersebut "boleh jalan lah".
    "Siapa dia, yang tahu saya kalah... boleh jalanlah," katanya dalam teks mesej kepada Malaysiakini semalam.
    Ibrahim diminta mengulas dakwaan pensyarah Universiti Monash, Wong Chin Huat bahawa beliau mungkin gagal mempertahankan kerusi Pasir Mas untuk kali keempat, selepas perhimpunan BERSIH 2.0 lalu, kerana mendakwa pengundi beralih kepada Pakatan Rakyat.
    Berdasarkan kepada data demografi dan pilihan raya, Wong berhujah Pakatan berpeluang memenangi 100 kerusi di peringkat pusat dalam pilihan raya umum akan datang, dengan BN kehilangan 20 hingga 30 kerusi yang dimenanginya dengan majoriti tipis pada 2008. - Malaysiakini


    Minda Penulis terpanggil untuk mengulas dakwaan pensyarah Universiti Monash, Wong Chin Huat bahawa Ibrahim Ali mungkin gagal mempertahankan kerusi Pasir Mas untuk kali keempat, selepas perhimpunan BERSIH 2.0 lalu kerana mendakwa pengundi beralih kepada Pakatan Rakyat.

    Minda Penulis rasakan dakwaan pensyarah tersebut dibuat berdasarkan pandangan beliau yang kurang tepat. Sebenarnya pada pendapat Minda Penulis yang terbukti dikongsi oleh ramai rakyat Malaysia dan rakyat Kelantan umumnya dan khususnya para pengundi di parlimen Pasir Mas, Ibrahim Ali memang (bukan mungkin) ditolak oleh majoriti pengundi-pengundi Pasir Mas.

    Begitu juga dengan dakwaan yang mengatakan Ibrahim bakal kalah kerana pengundi sudah beralih kepada Pakatan Rakyat sebenarnya kurang tepat. Ini adalah kerana pengundi-pengundi Pasir Mas sememangnya majoritinya adalah penyokong PAS sejak dari dulu lagi.

    Penolakan terhadap Ibrahim tersebut sebenarnya bukan kerana kesan dari perhimpunan aman BERSIH 2.0 pada 9 Julai lalu tetapi ianya sebenarnya adalah kesan dari pengkhianatan Ibrahim terhadap kepercayaan yang diberikan oleh PAS kepada beliau untuk menjadi calon pada PRU12 yang lalu.

    Kalau nak diikutkan, Ibrahim Ali sebenarnya memang tidak mendapat sokongan majoriti dari pengundi Pasir Mas pada PRU12 dulu. Tetapi memandangkan PAS dan Tuan Guru Nik Abdul Aziz Nik Mat telah bermurah hati memberikan peluang kepada beliau untuk bertanding di Parlimen Pasir Mas di bawah tiket parti PAS bagi menentang calon UMNO-BN, maka pengundi-pengundi Pasir Mas hanya memendamkan sahaja perasaan tidak bersetuju tersebut dan memberikan undi kepada Ibrahim dengan andaian "aku undi PAS bukan undi Ibrahim Ali".

    Berdasarkan fakta di atas, kata-kata Ibrahim Ali iaitu "Siapa dia, yang tahu saya kalah... boleh jalanlah," adalah kata-kata atau ungkapan dari seorang yang angkuh dan tak sedar diri. Pada PRU13 akan datang Ibrahim Ali bakal dihukum oleh pengundi-pengundi Pasir Mas sekiranya beliau masih lagi mahu bertanding di parlimen tersebut.

    Thursday, August 11, 2011

    Isu Murtad: PAS Sudah Lama Bersuara

    EKORAN dari serbuan yang dilakukan oleh JAIS terhadap sebuah gereja di Selangor baru-baru ini maka hebohlah seluruh negara dengan isu ini. Tidak ketinggalan UMNO dan sekutunya mengambil peluang dari tindakan JAIS tersebut untuk menyerang kepimpinan Pakatan Rakyat di Selangor dan untuk menonjolkan diri sebagai pejuang yang mempertahankan akidah umat Islam.

    Alhamdulillah sekiranya memang benar apa yang dilakukan oleh UMNO dan sekutunya itu bertujuan untuk mempertahankan akidah umat Islam. Namun begitu kenapa baru sekarang. kenapa tidak sedari dulu lagi UMNO dan sekutu memperjuangkan isu ini?

    Bukan niat untuk mempertikaikan keikhlasan UMNO dan sekutu. Tapi Minda Penulis lihat isu berkaitan dengan tindakan JAIS ini seolah-olah terlalu diperbesar-besarkan. Minda Penulis juga tertanya-tanya kenapa isu-isu sebegini sebelum ini tidak dihiraukan langsung oleh UMNO dan sekutu terutamanya Perkasa. Kes-kes sebegini bukanlah pertama kali berlaku di negara kita. Sebelum ini, semasa UMNO masih menguasai majoriti pemerintahan negara termasuklah di Selangor, Pulau Pinang dan lain-lain, kes-kes sebegini sebenarnya telahpun berlaku. Kes-kes seperti kes Aisyah Bukhari, Hartina Haji Kamaruddin, Yusuf bin Abdullah dan lain-lain lagi kenapa UMNO dan sekutu seolah-olah masih sedang dibuai mimpi indah.

    Dalam masa UMNO dan sekutu seolah-olah sedang lena dibuai mimpi indah, PAS telah mengorak langkah setakat termampu dalam menangani isu murtad di negara kita. Sebelum ini dalam sidang di Dewan Parlimen PAS telahpun membuat usul agar isu murtad dibincangkan dalam sidang parlimen tapi hasilnya, usul yang dibawa oleh PAS tersebut ditolak. PAS juga pernah mencadangkan agar satu undang-undang khas digubal untuk mengatasi gejala murtad di kalangan umat Islam negara kita tapi malangnya, cadangan tersebut tidak mendapat perhatian dari kepimpinan negara.

    Umat Islam sekarang ini amat mengalu-alukan satu tindakan tegas dari kepimpinan negara untuk membendung gejala murtad yang berlaku sekarang ini. Umat Islam tidak mahu berlakunya lagi kes-kes seperti kes Aisyah Bukhari, Hartina Haji Kamaruddin, Yusuf bin Abdullah dan lain-lain.


    Kes Aisyah Bukhari

    Pernah dengar cerita Aisyah Bukhari yang murtad tak lama dulu? Suratkhabar banyak menutup kes ini kononnya untuk menjaga perkauman, tak nak terjadi kacau bilau. Kes Aisyah yang murtad dan banyak kes murtad lain ditutup sedemikian rupa atas alasan bercinta.

    Indeks pencemaran akidah mengikut jabatan statistik dan perangkaan Tahun 1989 sahaja, seramai 4776 orang Melayu mohon tukar nama dari Melayu kepada bukan Melayu atas alasan keluar dari Islam.

    Tahun 1997, apabila Saari Bustamah mengambil alih jawatan mufti dari Datuk Hashim Yahya, perkara pertama yang disentuh adalah murtad. Menurutnya sehingga Julai 1997, 3,000 orang murtad di Kuala Lumpur sahaja. Tahun 1998 saja, 516 orang sudah murtad. Aisyah bukan kes pertama murtad, sebelum ini dah beratus kes timbul tetapi ditutup oleh pihak tertentu.

    Mengapa kes Aisyah ini kita rasa ralat sangat? Kes ini satu simbol yang tunjukkan pada kita orang Melayu. Sistem pertahanan akidah kita amat rapuh. Akidah kita diserang ditubi dari segala sudut. Yang kita tak nampak dengan menggunakan sistem perundangan dan kehakiman kita sendiri.

    Aisyah adalah gadis Melayu biasa yang didedahkan dengan ilmu yang sepatutnya. Dihantar ke sekolah agama, dia belajar hingga tingkatan 6 atas dan layak melanjutkan ke peringkat Universiti Al Azhar. Dibesarkan dalam suasana yang bapanya imam, datuknya Haji Tahir juga seorang imam. Aisyah juga hafal surah Yasin dan surah Sajadah pun dia hafal. Apabila beliau masuk ITM dia terlibat dalam gerakan Islam. Dia didedahkan dengan gerakan Islam, dia tahu kelemahan-kelemahan Bible.

    Dari segi keterampilan, Aisyah dan kakaknya adalah sama seperti gadis melayu Islam yang menitikberatkan soal kesopanan dan keagamaan. Setiap hari beliau yang tinggal di Kuala Lumpur selama hampir 2 tahun menghubungi bapanya melalui telefon. Dan kali terakhir beliau menelefon bapanya adalah pada 19 Nov 1997, "Assalamualaikum ayah! Ni Intan (nama manja) cakap. Intan nak bagitahu, Intan dah kristian."

    Bayangkan betapa hancurnya hati seorang bapa. Kita sendiri heran macamana dia boleh murtad. Aisyah adalah simbol anak Melayu yang telah dididik dengan begitu rupa boleh murtad. Apa yang Haji Bukhari boleh buat? Airmata sahaja modal dia. Masuk TV menangis, keluar radio menangis, pergi forum menangis apa yang dia boleh buat? Semua dokumen mahkamah akan jadi bahan arkib termasuk permohonan teman lelaki Aisyah itu memohon Aisyah dibebaskan untuk dimurtadkan.

    Permohonan ini dibuat oleh Lennet Teoh Hui Leong seorang peguam Cina Kristian. (Read Herbes Corpes bawah bab 36 kanun acara jenayah). Tujuan untuk membebaskan seorang yang didakwa ditahan secara salah. Sebarang permohonan seperti ini perlu bagi sebab mengapa didakwa tahan secara salah. Permohonan dibuat bawah bab 36 atas alasan Artikel 11 Perlembagaan Persekutuan. Iaitu hak kebebasan beragama. Permohonan tu menyatakan, perenggan 6, bertarikh 28 November 1997 di Makamah Tinggi Malaya Kuala Lumpur bahagian jenayah.

    Sebab yang diberi, "Saya Lennet Teoh Hui Leong telah dilantik oleh Nur Aisyah untuk memberi nasihat kepadanya berkenaan dengan pertukaran agamanya kepada Kristian dan atas arahannya saya telah menyediakan surat sumpah untuk Nur Aisyah menolak dan meninggalkan agama Islam."

    Perenggan 23: "Saya Lennet Teoh percaya bahawa Nur Aisyah sedang dikurung secara salah oleh keluarganya. Saya percaya tindakan ibubapa, abangnya dan bapa saudaranya telah melanggar hak kebebasan Nur Aisyah menganut agama pilihannya iaitu Kristian Khatolik".

    Kita tak boleh buat apa-apa sebab artikel 11 Perlembagaan Persekutuan menyatakan mana-mana warganegara Malaysia yang telah cukup umur (18 tahun) berhak mutlak menukar agamanya. Itulah perlembagaan kita yang memerdekakan orang Melayu kita tahun 1957. Perlembagaan itulah juga yang menjerut kita sendiri. Adakah anak cucu kita akan selamat dengan perlembagaan itu? Bila berlaku pertembungan antara hukum syara' dengan undang-undang sivil, undang-undang syara' akan terbatal. Maksud agama rasmi kita Islam adalah acara-acara rasmi hendaklah dibuat mengikut cara Islam. Contohnya perlantikan Sultan, merasmi parlimen dan lain lain. Tak lebih dari itu. Bila masuk soal kehidupan, politik, ekonomi perlembagaan menolak hukum syara'.

    Artikel 4 pula menyatakan: "Mana-mana undang-undang yang bertentangan yang bercanggah dengan perlembagaan ini adalah batal dan tidak sah. Ini bermakna hukum syara' yang telah disyariatkan oleh Allah SWT melalui junjungan besar kita Muhammad SAW adalah terbatal sekiranya bertentangan dengan perlembagaan.


    Kes Hartina Haji Kamarudin.

    Haji Kamarudian seorang penjual sate di Perak. Beliau lepaskan anaknya selepas 18 tahun ke Kuala Lumpur untuk mencari kerja. Tak terlintas langsung di kepalanya anaknya akan murtad. Tak sampai 9 bulan, Hartina balik ke restoran bapanya dalam keadaan sebagaimana seorang Hindu. Bukan itu saja. Anak yang dimanjakan begitu rupa seolah-olah mencabar bapanya, membawa pulang teman lelaki dan kawan-kawan teman lelaki sambil berpeluk-peluk dalam keadaan Hartini pun sudah Hindu. Apa yang boleh dibuat oleh Haji Kamaruddin pada masa itu melainkan Haji Kamarudin terus menetak teman lelaki anaknya di tengkuk.

    Haji Kamarudin kemudiannya diserang dan dibelasah oleh kawan-kawan teman lelaki Hartini sehingga hampir pengsan. Adik lelaki Hartina umur 16 tahun turut dibelasah kerana hendak menyelamatkan akidah kakaknya depan kedai tempat bapanya meniaga.

    Apa Hartina buat masa tu? Hartina papah kekasihnya dan biarkan bapanya menggelupur sendirian. Tak cukup dengan itu, dia pergi ke balai polis buat report menyatakan bapa kandung pukul teman lelaki dia. Selama 14 hari Haji Kamarudin dengan adik lelaki Hartina merengkok dalam lokap sebab report anak kesayangannya yang mempertahankan kekasih yang beragama hindu. Tak cukup dengan itu disaman pula bapanya 3 juta. Remuk hati seorang bapa yang diheret ke penjara kerana anak sendiri. Tak cukup lagi, dia telah menghina bapanya dengan menukar nama Hartina Haji Kamarudin kepada Nivasni Rajeswari. Nama Hindu.

    Semasa masih terlantar kat hospital (akibat dipukul rakan-rakan teman lelaki Hartini), Haji Kamarudin ditangkap polis semula apabila teman lelaki Hartini ditembak oleh seorang yang tak dikenali. Jadi, Haji Kamarudin, anaknya dan anak saudaranya kena kurung masuk lokap kerana menjadi suspek utama kes tembakan tersebut. Anak yang ditatang begitu rupa akhirnya menyebabkan dia merana dalam keadaan hina di dalam negara yang kononnya Negara Islam.

    As-Syeikh Yusof al-Qardawi dalam kitabnya menyatakan hendaklah mempertahan akidah hatta dengan nyawa sekalipun. Itu yang Haji Kamarudin buat dalam mempertahankan hukum Allah, dilokap sedemikian rupa.


    Kes Yusuf bin Abdullah (Santana)

    Lagi satu kes lain saudara baru kita, nama Yusof bin Abdullah, nama asal Hindunya Santana. Mempunyai seorang isteri yang masih beragama hindu. Ada anak lelaki, nama Sunjay berusia lingkungan 2 tahun pada waktu itu. Beliau telah mengajak isterinya untuk memeluk agama Islam mengikuti jejak langkah abangnya yang telah lebih 20 tahun memeluk Islam. Namun begitu siisteri enggan menuruti lalu Yusof membawa anaknya sekali masuk Islam dengan nama Mohamad Syazani bin Yusof. Dia hidup 2 beranak tu selama 2 tahun. Lepas 2 tahun si isteri yang masih lagi hindu datang semula dan melarikan anak ini ke Kuala Lumpur dengan kekasih barunya. Yusof tak tahu apa nak buat, dia minta Mahkamah Syariah Alor Setar keluarkan perintah penjagaan hak ke atas anaknya.

    Setelah permohonan Yusuf diluluskan oleh Mahkamah Syariah Alor Setar, Yusuf pun datang ke Kuala Lumpur dan ambil balik anak beliau. Si emak kemudiannya pergi Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur untuk mencabar keputusan Mahkamah Syariah Alor Setar dan mendapatkan hak penjagaan anak. Setelah perbicaraan dijalankan, mahkamah tinggi menyerahkan hak penjagaan anak kepada si emak ini.

    Atas alasan telah memperolehi hak penjagaan anak dari mahkamah syariah, Yusuf enggan menyerahkan anak kepada bekas isterinya. Bila si emak ini gagal ambil balik budak tu, dia pergi report polis. Tahu polis buat apa? Cari Yusof dan tangkap! (padahal Yusof dapat hak penjagaan daripada Mahkamah Syariah Alor Setar). Yusof masuk lokap 8 hari.

    Lepas tu polis ambil balik budak tu kasi pada emaknya. Hari ni, budak tu kembali jadi Hindu. Tak cukup dengan itu, kurang ajarnya bekas isteri Yusuf ini, dia minta pulak mahkamah tinggi membatalkan perintah jagaan anak yang dikeluarkan oleh Mahkamah Syariah Alor Setar yang diberi pada Yusof.


    Kes Suzie Teoh

    Dalam kes Suzie Teoh, seorang budak perempuan dari Kelantan umur 16 Tahun telah memeluk Islam atas kehendak dan kerelaan diri sendiri. Bapa Suzie yang berang dan tidak bersetuju dengan tindakan Suzie mengambil tindakan saman ke atas anak sendiri dan Majlis Agama Islam Negeri Kelantan. Si bapa kemudiannya mengheret anak dia ke mahkamah persekutuan dan memohon pada makamah, agar mengistiharkan anak dia memeluk Islam secara tidak sah.

    Tun Salleh Abas yang menghakimi kes tersebut adalah seorang yang alim dan warak. Bila dihadapkan dengan kes Suzie Teoh, menangis Tun Salleh Abas kerana terpaksa membuat perisytiharan, "Dibawah Perlembagaan Persekutuan, hak seorang anak tertakluk di bawah jagaan ibubapanya selagi belum cukup 18 tahun. Kalau nak tukar agama, kena minta kebenaran ibu bapanya. Semasa Suzie Teoh masuk Islam, berumur 16 tahun. dia tak sah peluk Islam." Atas kearifan, kebijaksanaan dan iman Tun Salleh Abas, beliau menyimpan fail kes tersebut dalam lacinya selama 2 tahun.

    Selepas 2 tahun kemudian, lepas hari jadi Suzie Teoh yang ke 18 tahun, Tun Salleh Abas membuka balik kes itu dan bagi peluang Suzie isytiharkan agamanya sendiri. Penuh mahkamah nak tahu kes tu; wartawan tempatan, wartawan asing semua nak dengar keputusan. Terketar-ketar budak tu. Baru umur 18 tahun. Sambil menangis, budak tu kata " Saya yang arif, kekal dalam agama Islam, saya masih nak nama Nur Aini." Maka Tun Salleh Abas pun dengan bangga mengisytiharkan Islamnya sah dengan namanya Nur Aini. Selamat akidah seorang budak.

    Sebab itu jugalah Tun Salleh Abas dipecat dari jawatan Ketua Hakim Negara atas 5 tuduhan. Tuduhan kedua atas sebab melengahkan kes seorang budak tanpa sebab selama 2 tahun. Itulah harga yang Tun Salleh Abas terpaksa bayar.


    Kes Ibrahim, Siti Solehah dan anak berusia 5 bulan

    Kes terakhir sekali yang paling teruk, kes saudara Ibrahim, isterinya Siti Solehah dan anak perempuannya usia 5 bulan mati dipancung kerana tidak mahu kembali kepada agama asalnya, Hindu. Pada malam hari Valentine 14 Februari, pada waktu anak Melayu yang sesat bertukar-tukar bunga di Dataran Merdeka. 3 Saudara baru seakidah kita mati dipancung dalam sebuah kontena demi mempertahankan agama.

    Jika peristiwa 13 Mei tercetus apabila seorang remaja Melayu dibunuh kerana dia Melayu bukan kerana dia Islam. Dalam sejarah Melayu, tiada lagi orang Melayu dibunuh kerana Islam. Semuanya sebab Melayu. Inilah pertama kali dilaporkan dalam sejarah di Malaysia seseorang dibunuh kerana teguh berpegang pada agama Allah.

    Jika kita sorot semula sejarah Islam Yasir, bapa kepada Amar diseret di hadapan. Amar diugut supaya tukar agama. Kalau tidak, bapanya Yasir akan dibunuh. Amar kata, "Allah hu Ahad". Terus Yasir kena pancung di padang pasir. Kemudiannya, Sumaiyah ibunya juga disula dari bawah tembus ke jantung. Mampu berkata "Allah hu Ahad". Berlari Amar menemui Rasullullah SAW. Dan akhirnya, mengikut sejarah, Amar menjadi seorang mujahid berperang bersama Rasullullah SAW. Itu zaman puak Quraisy kafir laknatullah berkuasa. Rasullullah SAW tiada kuasa lagi pada masa itu. Rasullulah tak boleh buat apa.

    Dalam kes kita, bukan sahaja Ibrahim dipancung kepalanya sehingga putus, tak cukup lagi, tangannya juga turut dipotong. Sehinggakan Majlis Agama Islam Selangor terpaksa minta masjid mandikan jenazah saudara-saudara kita yang mati syahid itu.

    Apalah dosa anak kecil yang berusia 5 bulan itu? Ibrahim dan Siti Solehah bukan calang-calang orang. Ibrahim seorang saintis Pakar Geologi manakala isterinya Siti Solehah, seorang Pakar Botani. Tanda-tanda syahid jelas pada ketiga mayat tersebut. Walaupun 5 hari dalam peti sejuk darah masih memancut keluar pada ketiga-tiga mayat. Bayi yang berusia 5 bulan masih mengalirkan darah hangat seperti baru mati. Peluh terpercik pada dahi mereka. Mereka dikebumikan di kubur Bukit Kiara.

    Kalau saudara semua tak mengalirkan air mata melihat kubur mereka bertiga terutama bayi yang berusia 5 bulan itu, mesti ada yang tak kena dengan hati kita. Hebat mana kita sehingga tak boleh mempertahankan saudara kita sendiri. Sedangkan Ibrahim telah melaporkan pada pihak polis dan majlis agama yang dia diancam untuk dibunuh supaya kembali ke agama asalnya.

    Dalam satu hadis yang berbentuk futuristik (masa depan), Rasulullah SAW berpesan "Bersegeralah kamu melakukan amalan soleh kerana akan datang kepada umatku di suatu masa, satu fitnah yang begitu besar yang datangnya seperti satu kepingan hitam di malam gelap gelita tak nampak". Sahabat bertanya "Apakah fitnah besar itu ya Rasullullah?" "Fitnah itu adalah kamu akan lihat umatku di hari itu, di waktu itu,pada masa itu, pagi hari Islam, petang kafir. Petang Islam, pagi kafir balik." Sahabat bertanya lagi, "Mengapa begitu ya Rasullullah?" Rasullullah SAW menjawab, "Sebab dia jual agamanya dengan nilai dunia".

    Imam Ghazali pernah berkata dalam perkara ini, "Akan datang fitnah murtad ini dalam keadaan seperti semut hitam di atas batu hitam di malam gelap." Mana nampak? Kecuali kalau jiwa kita tengok satu perkara dengan cahaya keimanan.

    Bagaimana gerakan murtad ini berjalan di Malaysia sehingga kita tak nampak langsung. Gerakan Hindu kita tok sah sebutlah. Belum habis cakap, dah ada yang tunggu dengan parang kat luar. Gerakan Yahudi lagilah teruknya. Henry Ford (orang kaya yang buat kereta Ford tu) pernah menulis berkaitan Yahudi tahun 40an atau 30an dulu dalam bukunya "International Jew"

    Unsur Yahudi begitu tebal dalam masyarakat kita tapi kita tak nampak. Paling nyata, rokok yang orang kita hisap tu. Setiap satu batang itu ada saham kepada puak Yahudi. Tak de kilang rokok yang bukan Yahudi punya. Sapa yang hendak berenti merokok, ambil ni sebagai iktibar. Yahudi punya kerja, baru letak bola sebijik, 70 ribu Melayu tak sembahyang kat stadium ShahAlam. Belum kira yang kat rumah lagi.

    Bab Kristian, lebih terancang, lebih terperinci lagi. Semenjak kalah dalam perang salib terakhir, iaitu dalam pemerintahan King entah apa nama ke 6 yang terakhir. Sebelum dia mati, dia telah berwasiat dan wasiatnya ada ditulis dengan emas di London. Dia berkata: "Kepada semua pemimpim-pemimpin Kristian, kita hari ini telah melakukan kesilapan besar, kita berperang dengan tentera Islam dengan pedang, bukan berperang dengan akidah yang ada pada mereka. Sebab tu Islam menang walaupun 30 ribu tentera mereka dengan 300 ribu tentera kita, mereka tetap menang sebab mereka (orang Islam) berperang kerana nak mati. Kita perang untuk hidup. Oleh itu, hendaklah kita tukar strategi. Melancarkan peperangan ideologi, fahaman dan budaya keatas orang Islam."

    Wasiatnya berjaya dilaksanakan setelah King tu mati, 1492 . kerajaan Islam Andalusia yang paling agung pada masa itu tumbang di tangan Kristian. 1511 kerajaan Islam Melaka tumbang, tak lama lepas tu, tumbang kerajaan Islam Pattani . Tak lama selepas tu, tumbang kerajaan Islam Kedah . Tak lama lepas tu, tumbang kerajaan Islam Mindanao. Lepas tu kerajaan Islam Acheh... semuanya satu demi satu.

    Macamana benda ni boleh terjadi?

    Sebab gerakan Kristian berdasarkan kepada 3G. GOSPEL, GOAL, GLORY. Pertama kitab dia, kedua kekayaan kita, ketiga menang terhadap Islam. Kalau kita tengok sejarah, Alfonso De Albuqueque bukan datang ke Tanah Melayu bawa tukang masak sebab nak rempah kari kita. Dia bukan makan kari, dia datang bawa mubaligh Kristian, sebab nak sebarkan ajaran Kristian.

    Bagaimana cara sebarkan Kristian?

    Orang kita panggil, gerakan halus. Dia panggil semua mubaligh Kristian yang nak datang ke Asia ni. Dia guna kaedah "garam dan ragi". Garam sebagai perasa, ragi untuk penapaian. Contohnya ubi kayu. Waktu siang asalnya ubi kayu kita letak ragi, esoknya masih lagi bentuk ubi kayu tapi sebenarnya tapai. Maksudnya, dia kekalkan orang Melayu dengan identiti Islam.Hakikatnya kehidupan kita bukan cara Islam lagi . Cara inilah yang Rasulullah SAW kata macam kepingan hitam di malam gelita. Inilah yang Imam Ghazali kata macam semut hitam atas batu hitam di malam gelita tu.

    Pertama, melalui sistem pendidikan. Di Malaysia, macam-macam sekolah dengan nama mubaligh Kristian. Convent itu, Saint ini. Menurut satu petikan seorang mubaligh Kristian pada masa itu yang ditulis semula oleh George Peters dalam sebuah buku tahun 40an. Kepada mubaligh-mubaligh Kristian yang nak datang ke negara kita, berkaitan pendekatan garam dan ragi". Pendekatan seperti ini tidak memerlukan seorang Muslim Melayu berkenaan meninggalkan sistem kemasyarakatan yang dituntut oleh agamanya. Sebaliknya orang tersebut hendaklah digalakkan terus tinggal dalam masyarakatnya. Justeru itu, ragi tetap ujud dalam keutuhannya. Dia akan menjadi bagaikan sebuah lampu (Kristian) yang diletakkan dalam gelap. Penyebaran agama Kristian nanti akan terserlah dalam sifat kerohanian, bukannya organisasi. Di rasa kesegarannya, bukan bersikap kalam. Dinamik dan etikal, bukan bersifat formalistik.

    Pendekatan begini telah memperlihatkan kebaikannya. Lantaran ia tidak menganjurkan ahli Melayu tadi menjadi ahli baru Kristian yang formal,menyendiri terpisah dari masyarakatnya. Sebaliknya ia memberi laluan agar dapat dimasukkan semangat dan ajaran Jesus bagaikan sebutir ragi yang bertindak dengan proses penapaiannya ke atas seluruh masyarakat Melayu seluruhnya.

    Ajaran Kristian akan bertindak melahirkan revolusi , justeru itu nanti, dapatlah dikatakan bahawa kita nanti akan memperolehi satu Kristian muslim Melayu tempatan yang mencerminkan Kristian muslim Melayu sejati.

    Sebenarnya dia ingin. Akan datang suatu masa nanti, orang Melayu sendiri tanpa dipaksa-paksa akan buat revolusi untuk menjadi Kristian. Cara kebajikan pulak. Hari ni sapa tak kenal kelab rotary yang cuci buah pinggang, kelab lion, bulan sabit merah, Saint John's Ambulans, sapa tak kenal palang merah. Mereka masuk dengan cara menghidupkan sekularisme. Sekularisma adalah satu cara mengasingkan agama daripada kehidupan. Itulah kita hari ni mengasingkan Islam daripada kehidupan dunia. Cara lain adalah dengan menghidupkan maksiat. Kita kena ambil tindakan samada dengan tangan, dengan mulut, atau paling lemah sekali, dengan hati.

    Sunday, August 7, 2011

    Tangani Isu Agama Secara Bijaksana

    BERHUBUNG isu serbuan JAIS ke atas sebuah gereja di Selangor, Mursyidul Am PAS Tuan Guru Nik Abdul Aziz Nik Mat ketika ditanya pendirian beliau telah menyatakan bahawa beliau menyerahkan kepada kerajaan Selangor dan PAS pusat untuk menentukan sikap.

    Walaubagaimanapun, Tuan Guru Nik Abdul Aziz menyatakan rasa hairan beliau dengan sikap UMNO yang nampak beria-ria benar seolah-olah mahu membela Islam.

    Tuan Guru Nik Abdul Aziz juga dalam pada itu turut mengutarakan satu persoalan buat UMNO berhubung isu saman MCA terhadap kerajaan Kelantan dalam isu judi. Kenapa dalam isu ini, tiada suara pembelaan dari UMNO?

    Minda Penulis berpendapat, pendirian Tuan Guru Nik Abdul Aziz itu menunjukkan bahawa beliau tidak mahu isu sensitif tersebut terus menjadi suatu isu yang boleh menjadikan keadaan bertambah rumit dan mungkin, Tuan Guru tidak mahu melihat berlaku keadaan huru-hara di negara kita. Justeru itu beliau berpendirian untuk menyerahkan kebijaksanaan kepada kerajaan Selangor dan PAS pusat untuk menentukan sikap selepas hasil siasatan dikemukakan oleh pihak JAIS. Dan yang pastinya, Tuan Guru tentunya mahu melihat sikap yang bakal ditentukan oleh kerajaan Selangor dan PAS pusat itu tidak merugikan dan melukakan hati mana-mana pihak lebih-lebih lagi hati dan perasaan umat Islam.

    Minda Penulis yakin bahawa semua umat Islam dan Tuan Guru Nik Abdul Aziz sendiri tidak mahu melihat ada umat Islam dimurtadkan.

    Berhubung dengan rasa hairan Tuan Guru Nik Abdul Aziz dengan sikap UMNO yang beria-ria seolah-olah mahu membela Islam sedangkan dalam masa yang sama boleh berdiam diri bilamana kerajaan Kelantan menghadapi kes saman oleh MCA dalam isu judi, Minda Penulis berpendapat ianya bukanlah suatu perkara yang ajaib.

    Ini adalah kerana pada pandangan Minda Penulis, perbezaan sikap yang ditunjukkan oleh UMNO dan penyokong adalah berdasarkan kepentingan politik parti tersebut. UMNO berdiam diri bilamana kerajaan Kelantan disaman MCA dalam isu judi dan dalam isu serbuan JAIS ke atas gereja di Selangor pula UMNO bersuara adalah kerana kedua-kedua negeri tersebut diperintah oleh Pakatan Rakyat.

    Dari sudut yang lain pula, Minda Penulis melihat pendirian UMNO ini menunjukkan sikap sebenar parti tersebut terhadap Islam. UMNO hanya bising bila timbul isu kononnya ada cubaan untuk memurtadkan umat Islam tapi dalam masa yang sama tidak ambil kisah sekiranya umat Islam melakukan dosa dan maksiat termasuklah berjudi, pergaulan bebas, pendedahan aurat dan lain-lain lagi. Mungkin bagi UMNO, Islam itu hanyalah hanya terletak pada namanya tetapi bukan pada pengamalannya. Wallahuaklam...

    Monday, August 1, 2011

    Hati-Hati Kurma Israel, Malaysia Negara Munafik

    KURMA menjadi produk tumpuan ketika Ramadhan. Jangan terpedaya, ada dalam pasaran negara Kurma jenama Jordan River. Jika anda membeli Kurma ini ia umpama berbuka puasa dengan darah dan air mata anak Palestin.

    Kurma ini didapati berasal dari Israel. Dibawa masuk ke beberapa buah negara seperti Afrika Selatan dan Singapura dan kemudian dibungkus semula sebelum dibawa masuk ke beberapa negara Islam seperti Malaysia.

    Sempena Ramadhan ini juga che'GuBard dan SAMM sekali lagi memperbaharui desakan untuk Malaysia menghentikan segala bentuk hubungan dengan negara haram Israel.

    Dalam satu sisi regim ini memunculkan imej anti Israel dan pro Palestin. Malah Regim ini pula mewajahkan lawan politik dalam negara sebagai agen Amerika dan perbagai imej seolah anti Islam. Namun sedarkah kita dalam wajah yang lain Malaysia ialah antara negara Umat Islam yang dipimpin oleh pemimpin munafik yang menjadi rakan dagang penyumbang kepada ekonomi Israel.

    Dahulu sememangnya Malaysia ada satu undang - undang yang dipanggil Akta Larangan Perdagangan yang menghalang sebarang hubungan dagang lansung dan tidak lansung dengan dua buah negara iaitu Israel dan Afrika Selatan kerana dasar Apartheid.

    Namun sebaik sahaja dasar Apartheid di Afrika Selatan 'runtuh' maka pada tahun 1994 dibawah kabinet Dr. Mahathir dasar kerajaan telah diubah dengan meluluskan pindaan Akta Larangan Import (pindaan bil.7) yang bukan sahaja menarik balik sekatan larangan dagang dengan Afrika Selatan tetapi kesempatan diambil untuk jalin hubungan dagang dengan Israel.

    Sejak itu Malaysia menjadi antara rakan dagang utama dan penyumbang kekuatan ekonomi kepada negara haram Israel ketika kebanyakan negara memboikot Israel.

    Di Perpustakaan MITI dengan jelas banyak terdapat bahan untuk promosi produk Israel sepertimajalah Israel-Asia Trade, Israel Review, bukuAdvantage Israel, Trade Policies Review (Israel), Advance Technology From Israel, Opportunity Israel, The Economics of Israel, Douanes (Buku kod tarif perdagangan Israel) dan beberapa lagi.

    Oleh itu kita tidak hairan, jika Dr. Mahathir membayar berjuta-juta ringgit kepada sebuah syarikat Yahudi, Satchi & Satchi untuk membantunya merangka strategi pilihanraya umum 1986, Najib hari ini mengunakan Apco Worldwide untuk persediaan Pilihanraya ke-13.

    Sebelum ini dalam sidang media dan banyak siri ceramah che'GuBard telah banyak kali mendedahkan beberapa bukti seperti borang kastam membuktikan bahawa Malaysia merupakan rakan dagang yang memastikan ekonomi Israel terus 'segar' dan terus berupaya membeli senjata untuk membunuh umat Islam Palestin.

    Micha Harish, Israel Minister of Industry & Trade dalam Israel-Asia Chamber of Commerce menulis pernah menulis kata-kata aluan yang dipetik dalam satu makalah promosi perdagangan Israel seperti berikut,

    The public declaration of the Malaysian Prime Minister and Minister of International Trade and Industrial that their country intends to pursue economic relations with Israel is another milestone in the development of trade with this continent.

    Micha Harish menggambarkan bahawa Perdana Menteri Malaysia telah menyatakan hasrat dengan kementeriannya, Kementerian Dagangan Antarabangsa dan Industri bahawa Malaysia ingin mewujudkan hubungan ekonomi dengan negara Israel.

    Benarkah kenyataan ini? Sekiranya tidak benar, Perdana Menteri harus menafikan kenyataan Micha Harish ini.

    Memerangi Israel wajib ke ke atas semua kerana kezaliman mereka. Lebih lagi kita umat Islam ia ialah perang pembebasan kiblat pertama Umat Islam. Kita tidak mampu untuk memikul senjata memerangi tentera Israel tetapi percaya dan yakinlah sama 'maqamnya' dengan memerangi Israel apabila kita bangkit menjatuhkan Umno Bn kerana dengan jatuhnya Umno Bn kita akan menghentikan hubungan dagang dengan Israel dan seterusnya melumpuhkan sumber ekonomi mereka.

    Kepada Mukhriz anak kepada Dr. Mahathir, harus tampil menyatakan pendirian sebenar dalam isu ini bukan diam berkubu di MITI yang menjadi pusat pengkhianatan yang menjadikan Malaysia negara munafik.
    Dipetik dari Harakahdaily dari http://chegubard.blogspot.com

    Lawak Jenaka Umno Sempena Ramadhan

    KUALA LUMPUR, 1 Ogos: Mursyidul Am PAS, Tuan Guru Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat menyifatkan khabar angin yang disebar oleh cyber troopers Umno yang mengaitkan beliau dengan perbincangan melantik Tengku Razaleigh Hamzah sebagai ketua Pakatan Rakyat menggantikan Datuk Seri Anwar Ibrahim sebagai lawak jenaka.

    Sambil menafikan perkara itu, beliau yang juga Menteri Besar Kelantan menasihatkan mereka yang menyebarkan fitnah itu agar segera menghentikannya sesuai dengan bulan Ramadhan yang mulia.

    "Lawak jenaka!, Itulah saja yang boleh saya sifatkan kepada khabar angin yang mengaitkan saya dengan perbincangan rahsia untuk melantik YBM Tengku Razaleigh sebagai Ketua Pakatan Rakyat menggantikan Datuk Seri Anwar Ibrahim.

    "Saya nasihatkan, sempena bulan Ramadhan ini, tulislah perkara-perkara yang betul dan benar. Ingatlah, apa yang ditulis dan diucap akan menjadi bahan untuk dihisab oleh Allah SWT di akhirat kelak," katanya melalui Facebook.

    Penjelasan itu sekaligus menolak khabar angin yang tersebar itu.

    Sebelum ini Ahli Parlimen Bebas Bayan Baru, Datuk Seri Zahrain Mohamed Hashim mendakwa telah mendapat maklumat bahawa Pakatan Rakyat mempelawa Tengku Razaleigh Hamzah untuk dilantik sebagai ketua pembangkang bagi menggantikan Datuk Seri Anwar Ibrahim.

    Beliau yang merupakan bekas ahli PKR itu mendakwa pelawaan terhadap Tengku Razaleigh itu ekoran Anwar yang berhadapan masalah berhubung kontroversi video seks dan dipercayai akan dipenjarakan berikutan kes liwat.

    Menurutnya ianya juga sebagai persiapan Pakatan Rakyat bagi menghadapi Plihan Raya Umum ke-13 akan datang.

    Ekoran dakwaan itu, beberapa blogger Umno kemudiannya menuduh Tuan Guru Nik Abdul Aziz adalah dalang utama yang merancang untuk membawa Tengku Razaleigh ke dalam Pakatan Rakyat.

    Mereka mendakwa terdapat satu pertemuan telah berlaku antara Tuan Guru Nik Abdul Aziz dengan anak-anak pejuang Umno termasuk anak kepada bekas Menteri Besar Selangor Harun Idris, Mazlan Harun bersama anak Tun Ghafar Baba, Tamrin Ghafar serta seorang pegawai berkerja di rumah Tengku Razaleigh.

    Pertemuan itu didakwa berlaku di kediaman Menteri Besar Kelantan.

    Mengulas lanjut tuduhan tidak berasas itu, Tuan Guru Nik Abdul Aziz berkata beliau hairan kenapa dakwaan tersebut timbul, atau keputusan untuk memenjarakan Anwar sememangnya benar.

    "Apa yang peliknya, ada akhbar yang boleh membuat cerita bahawa cadangan ini timbul kerana dijangka Datuk Seri Anwar Ibrahim akan ke penjara ekoran kes liwatnya yang sedang dibicarakan.

    "Adakah benar keputusan mahkamah di negara ini sudah boleh dijangka atau sememangnya keputusan tersebut sudah bocor?" soalnya. - Harakahdaily
    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...